Beberapa hari ini sedang berusaha mendengarkan lagu dari liriknya bukan hanya dari musiknya yang mengalun lembut mengajak ke peraduan atau hentakannya yang membuat diri sadar harus bersemangat kembali.
Dari sekian banyak lagu yang didengar, secara ideal lirik-lirik lagu ini mengandung ajakan mesra untuk bercinta, mengaggungkan cinta, menyembah cinta yang menepis perbedaan dan meleburkan perbedaan. Cinta tidak akan pernah salah, cinta sejati adalah sesuatu yang indah.
Baiklah, cinta di tataran teoritis mungkin seperti itu. Tapi ketika cinta berada dalam dunia fana, dalam nyata, apa yang dihadapi cinta??? Cinta terbentur dengan berbagai kewajiban dan hak bahkan cinta terbatas pada norma.
Cinta tidak hanya menjadi rasa, cinta memiliki bentuk dan definisinya masing-masing tergantung dari komunitas yang mengkonsepsikannya. Cinta menjadi definisi sosial, yang bila berbenturan dengan norma, cinta itu jadi salah. Ketika cinta menemui perbedaan, cinta itu jadi mengesalkan. Ketika cinta dikotakkan oleh logika, cinta itu menjadi sia-sia. Cinta bahkan dapat memaksa perpisahan. Cinta menjadi alasan dalam sebuah tuntutan sosial tertentu.
Tapi tidak jarang juga cinta sama dengan bahagia.
Jika cinta adalah konsep bentukan komunitas, cinta bisa berbagai wujud. Cinta dapat berarti apa pun yang dimau tergantung dari sisi mana melihatnya.
Buat ku….
Cinta…cinta…semakin hari dirasa, terasa lebih rumit… Cinta terbentur norma kanan kiri, depan belakang… Hopeless… Tapi apa mau dikata, cinta memang tidak pernah mau kompromi ketika datang kepada diriku. Bolehkah diriku tahu bagaimana mengkompromikan cinta yang selalu tiba-tiba muncul tapi tidak mau pergi, jadi cinta yang bisa datang dan pergi atas ijin hatiku??? *wishing*
Selengkapnya »»